Artikel Terbaru

PNS Pemalang Ini Jadi Dalang Raup Rp4.3 M dari hasil Penipuan CPNS

PNS Pemalang Ini Jadi Dalang Raup Rp4.3 M dari hasil Penipuan CPNS
PNS Pemalang Ini Jadi Dalang Raup Rp4.3 M dari hasil Penipuan CPNS

                Penipuan Seleksi CPNS di Pemalang. ©2020 liputan6.com
Dengan modus menjanjikan korban bisa masuk PNS, dua orang asal Pemalang berinisial SM (35) dan I (39) berhasil mengelabui korbannya dengan total kerugian mencapai Rp 4,3 miliar. Ironisnya, salah satu tersangka merupakan oknum PNS di Pemkab Pemalang.
Di Indonesia, menjadi seorang pegawai negeri merupakan impian bagi banyak orang. Dengan menjadi pegawai negeri, kebutuhan hidup terjamin dengan gaji yang mencukupi, masa depan yang menjanjikan, dan tunjangan masa pensiun terpenuhi. Ini belum termasuk pengalaman kerja yang akan didapatkan dan kesempatan melanjutkan studi dari beasiswa pemerintah.
Oleh karena itulah tak heran apabila memasuki masa-masa pendaftaran CPNS, banyak orang yang berbondong-bondong mendaftar. Mereka bersaing dengan ribuan orang lainnya. Ada yang sekadar coba-coba ada pula yang kekeh ingin lolos walau kemampuan pas-pasan. Oleh karena itulah, mereka menempuh cara lain di luar belajar.
Salah satu cara itu adalah mendaftar melalui calo. Cara ini memang tidak dibenarkan, tapi tetap ada saja peserta yang ingin lolos kemudian menempuh cara ini. Hal itu menjadi ladang uang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Di antaranya dua orang asal Pemalang berinisial SM (35) dan I (39).
Dengan modus menjanjikan korban bisa masuk PNS, mereka berhasil mengelabui korbannya dengan total kerugian mencapai Rp4,3 miliar. Berikut selengkapnya:

Mengaku Sebagai Panitia

©2020 liputan6.com
Kasus itu berawal saat tersangka SM mengaku sebagai panitia seleksi penerimaan CPNS melalui jalur internal Kabupaten Pemalang kepada salah seorang korban berinisial MM (52). Saat itu, dia mengaku bisa meluluskan anak korban untuk masuk PNS Kabupaten Pemalang tahun 2019. Namun, SM mengajukan persyaratan untuk bisa memenuhi janjinya itu.
“Syaratnya, korban memberikan sejumlah uang yang akan disetorkan kepada pimpinan yaitu tersangka I,” kata Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho dikutip dari Liputan6.com pada Selasa (23/6).

Korban Menyerahkan Uang

©2015 Merdeka.com
Tertarik dengan janji itu, MM kemudian memberikan uang kepada tersangka dalam empat tahap dengan jumlah total sebesar Rp137 juta.
Dari jumlah itu, tersangka SM mengaku uang itu diserahkan kepada tersangka I sebesar Rp 75 juta sedangkan sisanya Rp 62 juta digunakan SM untuk kepentingan pribadi. I sendiri merupakan PNS di Pemkab Pemalang.

Bukan yang Pertama

Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata SM bukanlah satu-satunya korban penipuan kedua tersangka. Dari hasil pemeriksaan polisi, terungkap bahwa kedua tersangka telah melakukan penipuan kepada 54 orang korban dengan total kerugian sejumlah Rp4,3 miliar.
“Masing-masing tersangka mendapatkan bagian, SM sebesar Rp1,87 miliar dan I menerima bagian sebesar Rp2,45 miliar,” terang Ronny.

Tak Ada yang Masuk PNS

©2020 Merdeka.com
Dalam keterangannya, Ronny mengatakan walaupun keseluruhan korbannya dijanjikan masuk PNS oleh tersangka, namun tidak ada yang berhasil masuk PNS. Sedangkan program penerimaan CPNS yang dijanjikan oleh tersangka sebenarnya tidak ada.
Atas kasus ini, tersangka dijerat pasal 378 KUHP Jo 65 KUHP dengan ancaman kurungan 4 tahun penjara.
Advertisement