Terlengkap Juknis Pemenuhan Beban Kerja Guru Pai Yang Bersertifikat Pendidik (Profesi)

 Juknis Pemenuhan Beban Kerja Guru PAI Yang Bersertifikat Pendidik  TERLENGKAP JUKNIS PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU PAI YANG BERSERTIFIKAT PENDIDIK (PROFESI)

Petunjuk Teknis (Juknis) atau tata cara Pemenuhan Beban Kerja Guru PAI Yang Bersertifikat Pendidik (profesi). Guru Pendidikan  Agama  Islam  (PAI) adalah  pendidik  professional  dengan tugas  utama  mendidik,  mengajar,  membimbing, mengarahkan,  melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi penerima didik. 

Tunjangan  profesi  guru  dapat  diberikan  jika  telah  memenuhi  beban kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Beban kerja guru secara umum telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun  2005  tentang  Guru  dan  Dosen  dan  ditindaklanjuti  dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 perihal Guru sebagaimana telah  diubah  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2017 tentang  Perubahan  Atas  Peraturan  Pemerintah  Nomor  74  Tahun  2008 Tentang  Guru.  Namun,  penghitungan  beban  kerja  untuk  GPAI  secara rinci belum ada petunjuk teknis yang mengaturnya. 

Untuk  memastikan  dalam  menghitung  beban  kerja  bagi  GPAI  minimal memenuhi  beban  mengajar  sebanyak  24  (dua  puluh  empat)  jam  tatap muka  per  minggu  sebagai  persyaratan  dalam  pencairan  pemberian profesi  diperlukan  Petunjuk Teknis (Juknis) atau tata cara Pemenuhan Beban Kerja Guru PAI Yang Bersertifikat Pendidik (profesi) atau yang sudah sertifikasi dalam  menghitung  dan  memutuskan beban kerja dimaksud. Untuk itu, disusun Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam ini yang berisikan rumusan penghitungan beban kerja dan penetapan beban kerja bagi GPAI yang bersertifikat pendidik.

Dalam Petunjuk Teknis (Juknis) atau Tata Cara Pemenuhan Beban Kerja Guru PAI yang Bersertifikat Pendidik (profesi) atau yang sudah sertifikasi, antara lain diatur perihal Beban Kerja GPAI (Guru Pendidikan Agama Islam), Cara Penetapan Beban Kerja, dan Tugas Tambahan dan Ekuivalensi Guru PAI.


A. Beban Kerja GPAI (Guru Pendidikan Agama Islam) 
1.  GPAI harus memenuhi  beban  kerja  guru  minimal  24  (dua  puluh empat)  jam  tatap  muka  dan  paling banyak  40  (empat  puluh)  jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu;
2.  GPAI  yang  diberi  tugas  sebagai  Kepala  Satuan  Pendidikan melaksanakan  tugas  manajerial,  pengembangan  kewirausahaan  dan supervisi  kepada  guru  dan  tenaga  kependidikan  dan  diakui telah memenuhi  beban  kerja  guru; dengan  ketentuan  menyusun  dan melakukan aktivitas pengembangan PAI.
3.  GPAI  pada  TK  dapat  memenuhi  beban  kerjanya  dengan  mengajar muatan  materi  PAI  pada 1  (satu) rombongan  belajar  (rombel)  atau kelas  per  minggu  dan  diakui  telah  memenuhi  beban  kerja  guru minimal. Satu rombel maksimal diajar oleh 2 orang guru; 
4.  GPAI pada jenjang  pendidikan  dasar  dan  menengah  yang  tidak menjabat  sebagai  Kepala  Satuan  Pendidikan  wajib  mengajar  mata pelajaran PAI pada  satminkalnya  minimal 6  (enam)  jam  tatap  muka dalam 1 (satu) minggu;
5.  Perhitungan mengajar untuk setiap jam tatap muka didasarkan atas ketentuan sebagai berikut:
a.  Alokasi waktu mengajar untuk 1 jam tatap muka pada Taman Kanak-kanak ialah
30 menit, SD/sederajat ialah 35 menit, SMP/sederajat ialah 40 menit,  dan SMA/SMK/sederajat ialah 45 menit;
b.  Basis  penghitungan  jumlah  JTM  adalah  berdasarkan  pada rombongan belajar/kelas. 
6.  Bagi  daerah  yang  menetapkan  muatan  lokal  dengan  mata  pelajaran PAI  atau  rumpun  PAI  diakui  sebagai  JTM  tambahan  PAI  sesuai dengan jam muatan lokalnya. 
7.  GPAI  yang  tidak  dapat  memenuhi  beban  kerja minimum  24  (dua puluh  empat)  jam  tatap  muka dalam  1  (satu)  minggu,  sanggup memenuhinya melalui ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a.  Mengajar pada Sekolah atau Madrasah yang bukan satminkalnya, baik  negeri  maupun  swasta  yang  memiliki  izin  pendirian,  dan mengajar  mata  pelajaran  PAI  atau  yang  serumpun  PAI  (Aqidah-Akhlak, Qur’an-Hadits, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam); 
b.  Mengajar pada Madrasah Diniyah Formal atau Satuan Pendidikan Muadalah  yang  telah  memiliki  izin  operasional  sesuai  ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
8.  Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sanggup memperlihatkan surat keterangan keringanan jikalau dalam kondisi sebagai berikut:
a.  bertugas  sebagai  guru  pada satuan pendidikan  di  daerah  khusus sebagaimana  yang  ditetapkan  dalam  Peraturan  Presiden  Nomor 131  Tahun  2015  tentang  Penetapan  Daerah  Tertinggal  Tahun 2015-2019;
b.  guru  berkeahlian  khusus/berkeahlian  langka/memiliki keterampilan atau budaya khas daerah.
c.  guru  inti/instruktur/tutor  pada  FKG  (Forum  Komunikasi  Guru), KKG (Kelompok Kerja Guru), dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PAI (Pendidikan Agama Islam);
d.  Apabila  pada  satuan  pendidikan  di  suatu  daerah  tertentu  tidak sanggup terpenuhi rasio penerima didik beragama Islam terhadap guru PAI.

B. Penetapan Beban Kerja Guru PAI (GPAI)

Penetapan beban kerja GPAI dibuktikan dengan terpenuhinya 2 (dua) surat keterangan, yakni SKMT (Surat Keterangan Melaksanakan Tugas) dan SKBK (Surat Keterangan Beban Kerja).
1. SKMT (Surat Keterangan Melaksanakan Tugas)
a. SKMT  untuk  GPAI  ditandatangani  oleh  kepala  satuan  pendidikan dan diketahui oleh pengawas yang berwenang. 
b. SKMT  dapat  diterbitkan  sekurang-kurangnya  2  (dua)  kali  dalam  1 (satu) tahun pelajaran.
c. SKMT dibentuk untuk menjadi dasar dalam penghitungan SKBK.

2. SKBK (Surat Keterangan Beban Kerja)
a. SKBK  ditandatangani  oleh Pejabat Kankemenag berdasarkan  pada SKMT
b. SKBK  diterbitkan  sekurang-kurangnya  2  (dua)  kali  dalam  1  (satu) tahun pelajaran 
c. SKBK dijadikan  dasar  dalam  pencairan  tunjangan  profesi  kepada GPAI yang bersangkutan. 

C. Tugas Tambahan dan Ekuivalensi Guru PAI
GPAI  yang  mendapatkan  tugas  tambahan  diakui  telah  memenuhi  beban kerjanya sebagaimana ketentuan berikut:

1.  Wakil  Kepala  Satuan  Pendidikan/Kepala  Perpustakaan/  Kepala Laboratorium PAI sebanyak 12 (dua belas) jam tatap muka;
2.  Pembimbing  Khusus  pada  satuan  pendidikan  yang  menyelenggarakan pendidikan  inklusi  atau  pendidikan  terpadu  sebanyak  6  (enam)  jam tatap muka;
3.  Tugas  tambahan  selain  huruf  a  sampai  dengan  huruf  b yang  terkait dengan  pendidikan  di  satuan  pendidikan  dan/atau  kegiatan  pada pendidikan  keagamaan  Islam  (Diniyah  Non  Formal  dan  Pondok Pesantren) diakui paling banyak 6 (enam) jam tatap muka antara lain;
No
Kegiatan
Ekuivalensi Jam
1
Pembina OSIS
1  jam pelajaran
2
Wali Kelas
2  jam pelajaran
3
Guru Piket
1  jam pelajaran
4
Pembina Eskul
2  jam pelajaran
5
Menjadi  tutor Paket A, Paket B, Paket C,
Paket C Kejuruan, atau aktivitas pendidikan kesetaraan
Sesuai dengan alokasi jam pelajaran per minggu, maksimal 6 jam pelajaran
6
Mengajar pada Lembaga Pendidikan
Keagamaan Islam jalur non formal dan Pondok Pesantren
Sesuai dengan alokasi jam pelajaran per minggu, maksimal 6 jam pelajaran

Link download SK Dirjen Pendis Tentang Petunjuk Teknis Pemenuhan Beban Kerja Guru  Pendidikan Agama Islam  (PAI) Yang Bersertifikat Pendidik ---disini---

Demikian info perihal Petunjuk Teknis - Juknis atau tata cara Pemenuhan Beban Kerja Guru PAI Yang Bersertifikat Pendidik (profesi) atau Guru yang telah Sertifikasi. Semoga bermanfaat, terima kasih. (2019, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025)


= Baca Juga =



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel