Grab Defence, Obat Atasi Tindak Kecurangan Online

Peluncuran Grab Defence. Foto: Agus Tri Haryanto/inetPeluncuran Grab Defence. Foto: Agus Tri Haryanto/inet

Jakarta - Grab membuka teknologi keamanan untuk mendeteksi dan pencegahan tindak kecurangan yang terjadi secara online untuk para kawan bisnis. Teknologi yang dinamakan Grab Defence ini sanggup jadi 'obat mujarab' akan maraknya kasus kecurangan.

Berdasarkan riset dari pihak ketiga, bisnis e-Commerce di Asia Tenggara rata-rata kehilangan pendapatan sekitar 1,6% akhir adanya kecurangan. Dan, dibandingkan dengan negara lain, kerugian terbesar dialami oleh Indonesia sampai 3,2%.

Grab Defence ialah sebuah perangkat teknologi anti kecurangan yang dibangun dari database Grab, yang dikatakan telah teruji dalam mengurangi tindak kecurangan untuk memperkuat ekosistem teknologi dan arus transaksi.



Head of User Trust Grab Wui Ngiap Foo menyampaikan setiap hari machine learning miliknya menganalisis jutaan data secara real time untuk mendeteksi contoh kecurangan, baik yang sudah ada maupun baru.

Berangkat dari kecurangan yang terus berkembang, Grab pun membangun algoritma yang juga sanggup berevolusi dan mempelajari polanya, sehingga sanggup selangkah lebih maju dari pelaku kejahatan.
Grab Defence, 'Obat' Atasi Tindak Kecurangan OnlinePeluncuran Grab Defence. Foto: Agus Tri Haryanto/inet

"Melalui Grab Defence, kami ingin membuatkan keahlian yang kami miliki dengan para kawan yang mungkin menghadapi persoalan yang sama," kata Wui Ngiap Foo di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Grab Defence menjadi bab dari seni administrasi GrabPlatform, sebuah platform terbuka milik Grab dan serangkaian Application Programming Interface (API) untuk membantu kawan strategis mengintegrasikan layanan mereka dengan Grab.

Sejauh ini, disebutkan Grab, sudah ada Ovo dan Kudo yang telah memanfaatkan Grab Defence. Ke depannya, perusahaan ride hailing ini akan tetap membuka bagi kawan strategis lainnya yang ingin memakai teknologi anti-kecurangan miliknya.

"Sejauh ini kami menggratiskan penggunaan Grab Defence. Ke depannya (tetap gratis atau komersial-red), kami akan lihat bagaimana perkembangannya," tuturnya.



Grab Defence terdiri dari tiga fitur utama dan masing-masingnya sanggup berfungsi secara terpisah. Pertama, Entity Intelligence Service berupa database Grab dalam mengidentifikasi banyak sekali jenis pelaku kejahatan, menyerupai nomor telepon, email, dan lainnya.

Kedua, Event Risk Management Suite, merupakan paket komprehensif yang memungkinkan pelaku bisnis untuk menilai risiko dari suatu bencana atau transaksi. Dan ketiga, Device & Network Intelligence Services, yaitu layanan yang sanggup mendeteksi pelaku kejahatan dengan memakai data dari perangkat pengguna.

Semenjak berstatus Decacorn, Grab memang terus berusaha meningkatkan layanannya. Decacorn ialah istilah untuk startup yang bernilai sedikitnya USD 10 miliar. Grab meraih status tersebut semenjak selesai tahun silam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel