Tak Cuma Pariwisata, Bali Punya Potensi Startup Digital

Suasana acara. Foto: Agus Tri Haryanto/inetSuasana acara. Foto: Agus Tri Haryanto/inet

Bali - Sebagai destinasi wisata, nama Bali sudah tidak sanggup diragukan lagi suguhan alam dan budayanya yang mempesona wisatawan. Namun, di samping itu, Bali juga mempunyai sisi menariknya dari sisi industri kreatif dan teknologi.

CEO KUMPUL Faye Alund memaparkan mengenai potensi bahwa Bali juga tengah berkembang terkait bidang industri kreatif dan teknologi. Seperti fakta jika total nilai ekspor di Pulau Dewata ini, sekitar 49,3% bersumber dari sektor ekonomi kreatif.

"Lebih dari 500 anak muda yang ingin terjun di startup yang ikut kegiatan 1.000 startup digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo. Lalu ada 1.000 tech enthusiast yang mau berguru wacana Android," kata Faye di Bali, Kamis (1/2/2018).

Tak Hanya Pariwisata, Bali Punya Potensi Startup DigitalFoto: Agus Tri Haryanto/inet


Sebagai informasi, KUMPUL yakni administrasi dan pembangunan ekosistem coworking space di Bali dan Indonesia. KUMPUL mengelola coworking space dan mempunyai jaringan profesional, pelaku kreatif, teknologi, dan entrepreneur.

"Banyak bakat startup digital lokal yang ada di Bali, tapi itu kurang terekspos alasannya yakni pariwisata yang tinggi. Padahal, ada startup Amacall untuk layanan yang membutuhkan jasa bidang yang sanggup dipanggil ke rumah, " ungkapnya.

Sehingga, kata Faye, pertumbuhan industri kreatif, teknologi, dan kewirausahaan ini perlu didukung dengan adanya coworking space di banyak sekali sudut Bali. Hal itu yang mendasari KUMPUL untuk membuka coworking space terbaru berjulukan Ke{m}bali yang berlokasi di jalan Sunset Road no. 28, Badung, Seminyak, Bali.

Tak Hanya Pariwisata, Bali Punya Potensi Startup DigitalFoto: Agus Tri Haryanto/inet


Ke{m}bali mempunyai tiga lantai, di mana itu belum termasuk lantai dasar yang dipakai daerah kerja dengan kondisi yang tenang. Di lantai pertama terdapat lobby, ruang tunggu, dan beberapa daerah meeting. Lalu beranjak ke lantai dua dipakai untuk event yang dipadu dengan balkon cukup luas. Dan, di lantai tiga berfungsi sebagai rooftop dan daerah meeting.

Penjelasan di atas yakni untuk gedung utama alasannya yakni Ke{m}bali punya area suguhan alam di belakangnya. Ada sebuah taman dan rumah joglo. Khusus untuk rumah joglo ini diperuntukkan sebagai daerah makan atau kantin.

"Ke{m}bali dibutuhkan jadi wadah untuk mendorong ekonomi kreatif digital, di sini sanggup buat kegiatan baru, bekerja sama untuk komunitas di Bali. Kita ingin Bali itu jadi hub dengan ekosistem yang solid," ucap Faye yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Coworking Indonesia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel