Featured Post

Terlengkap Soal Latihan Un Unbk (Usbn) Kegiatan Paket C Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

SOAL LATIHAN UN UNBK (USBN) PROGRAM  PAKET C MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Berikut Contoh Latihan Online   Soal Latih...

Akhirnya Sinyal Halo-Halo Terpancar Di Perbatasan Kalsel

Suasana peresmian. Foto: Agus Tri Haryanto/inetSuasana peresmian. Foto: Agus Tri Haryanto/inet

Kalimantan - Sebanyak 7 desa di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan yang berada di perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, alhasil mendapat layanan telekomunikasi sehabis terisolasi selama puluhan tahun.

Ketujuh desa yang dimaksud ialah Binjai, Sungai Kumap, Salikung, Purui, Panaan, Hegar Manah, dan Dambung Raya. Seluruh desa tersebut susukan telekomunikasinya akan disokong tujuh Base Transceiver Station (BTS) 2G yang dioperasikan oleh XL Axiata (XL).

Bupati Kabupaten Tabalong Anang Syahkfiani menuturkan ketujuh desa tersebut tidak menikmati layanan telekomunikasi selama puluhan tahun. Itu terhitung dari gres dibentuknya Kabupaten Tabalong 1 Desember 1965.

Dampaknya, potensi yang berada di wilayah desa-desa di Kabupteng Tabalong, tidak sanggup terekspos hingga ke seluruh Indonesia.
Akhirnya Sinyal Halo-halo Terpancar di Perbatasan KalselFoto: Agus Tri Haryanto/inet

"Berdirinya menara BTS yang dibangun pada tujuh desa di Kabupaten Tabalong sungguh merupakan berkah bagi kita," ujar Anang dalam sambutannya, Purui, Kabupaten Tabalong, Selasa (23/1/2018).

Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo Ismail yang turut hadir dalam pelantikan tujuh BTS itu menyampaikan pihaknya senantiasa mendorong terus pembangunan infrastruktur telekomunikasi di tempat terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Kami harus bekerja lebih keras, kerja cepat, kerja cerdas, kerja tulus untuk membangun mengejar saudara-saudara kami yang kesulitan berkomunikasi dengan saudara yang lain," ucapnya.

Sementara itu, Desy Sari Dewi selaku VP North Region XL Axiata, mengungkapkan rasa bangganya XL diberi kesempatan untuk sanggup berafiliasi dan membangun BTS di ujung Kalimantan Selatan.

"Kalau kita lihat tujuh BTS ini medannya sangat berat, itu merupakan tantangan bagi XL. Kita juga tertantang, di mana tak hanya membangun di area perkotaan tapi juga hingga ke area terpencil. Itu salah satu kesepakatan XL untuk menyediakan layanan hingga ke pelosok," kata Desy.
Akhirnya Sinyal Halo-halo Terpancar di Perbatasan KalselFoto: Agus Tri Haryanto/inet


Pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini merupakan implementasi dari kegiatan BTS Universal Service Obligation (USO) oleh Kementerian Kominfo yang dikerjakan melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI).

Sebelum menyandang nama BAKTI, divisi Kominfo yang mengurusi penyediaan internet di tempat terpencil ini berjulukan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

Program BTS USO ialah proteksi pembangunan BTS di wilayah blankspot atau tidak terpancar sinyal telekomunikasi dari BTS komersial untuk melayani susukan telekomunikasi.

Melalui denah bottom up, titik lokasi pembangunan merupakan tawaran dari pemerintah tempat (pemda) dengan menyediakan lahan hibah yang akan menjadi lokasi pembangunan BTS. Lalu BAKTI menyediakan infrastrukturnya.

Saksikan video 20detik untuk melihat pelantikan BTS di Kabupaten Tabalong di sini:

[Gambas:Pasang Mata]

0 Response to "Akhirnya Sinyal Halo-Halo Terpancar Di Perbatasan Kalsel"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel