Kata Operator Soal Pendaftaran Ulang Sim Card Prabayar

Foto: inet.detik.comFoto: inet.detik.com

Jakarta - Program pendaftaran SIM card prabayar bagi pelanggan gres maupun usang yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menerima pinjaman operator seluler Indonesia.

Saat dihubungi detikINET, Sukardi Silalahi, Direktur Sales Telkomsel menyatakan pihaknya mendukung pemerintah memberlakukan peraturan mengenai kewajiban pendaftaran pelanggan prabayar. Dia berharap pendaftaran ini memberi pengaruh positif bagi industri.

"Semoga pendaftaran pelanggan prabayar ini dilakukan dengan baik dan benar oleh seluruh pihak sehingga akan menyebabkan industri telekomunikasi lebih baik serta kompetisi yang lebih sehat di masa yang akan datang," kata Sukardi.

Sementara itu Vice President Tri, Muhammad Danny Buldansyah menyampaikan pihaknya mendukung peraturan yang dikeluarkan Kominfo. Karena menurutnya ini akan memberi proteksi bagi konsumen.

"Sistem kami sudah disiapkan untuk proses validasi ke database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. KTP yaitu salah satu elemennya. Kami melihat data KTP sebagai data validasi sudah tepat," terang Danny.

Senada dengan bos Tri, GM Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengungkapkan hal yang sama. Pihaknya menyambut baik pendaftaran prabayar yang dilakukan Kominfo.

"Ini bertujuan untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan," kata Ayu.

Pihak XL Axiata pun optimis adanya jadwal ini akan berdampak baik bagi jalannya bisnis operator. "Jika pelanggan mencicipi kondusif dan nyaman, tentunya akan selaras dengan bisnis," ujar Ayu.

Indosat Ooredoo pun pandangan serupa dengan tiga operator sebelumnya. Mereka mendukung jadwal pemerinta untuk melaksanakan registrasi, sehingga ke depan, database pengguna layanan telekomunikasi akan menjadi lebih valid.

"Kami siap melaksanakan ketentuan sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun terkait bisnis, rasanya masih terlalu dini untuk berkomentar mengenai dampaknya," kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Kata Operator Soal Registrasi Ulang SIM Card PrabayarFoto: Agus Tri Haryanto/inet
Diberitakan sebelumnya Demi peningkatan proteksi hak pelanggan jasa telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberlakukan pendaftaran nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai 31 Oktober 2017.

Penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 wacana Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Registrasi ini dikatakan sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan, terutama pelanggan prabayar sebagai janji melindungi konsumen dan untuk kepentingan national single identity.

Proses pendaftaran dimaksud mencakup verifikasi atau pembiasaan data oleh petugas penyelenggara jasa telekomunikasi, validasi ke database Ditjen Dukcapil dan aktivasi nomor pelanggan.

Cara pendaftaran kartu perdana dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan usang dengan format ULANG#NIK#Nomor KK# .

Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP–el) dan KK biar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil sanggup berhasil.

Saksikan video Pemerintah Berlakukan NIK untuk Registrasi Sim Card:

[Gambas:Video 20detik]

Tonton juga video lainnya di 20detik!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel